Ngga Cuma Mobil yang Bisa Hybrid

late post

 

Sudah beberapa minggu terakhir ini penduduk Jakarta merasakan panas dan pengabnya udara kota di siang hari, berita dari beberapa media kemarin, 17 Oktober 2023, menyebutkan bahwa Jakarta menempati urutan kedua sebagai kota dengan polusi udara tertinggi!

Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya, salah satu sumber polusi udara Jakarta dan sekitarnya adalah 44 % berasal dari emisi kendaraan. Sebuah angka yang patut menjadi perhitungan jika ingin memperbaiki keadaan ini, yaitu kontrol pengguna kendaraan yang menyumbang emisi tersebut.

Terlepas dari beberapa upaya yang telah dilakukan hingga saat ini, penulis ingin melihatnya dari sudut bagaimana jika kita dapat mengurangi emisi kendaraan di Jakarta dengan cara mengurangi kepentingan penggunaan kendaraan pribadi dalam menjalankan aktifitas yang menuntut mobilisasi di kota metropolitan ini.

Salah satu kebutuhan mobilitas masyarakat kota adalah antar-jemput anak-anak mereka dari dan ke sekolah, yang walhasil kegiatan ini menyumbang kemacetan dibeberapa ruas jalan yang berdekatan dengan sekolah-sekolah pada jam antar jemput sekolah. Sudah banyak ide dan upaya untuk mengatasi hal ini, seperti diversifikasi jam masuk/pulang sekolah, menggalakkan homeschooling, hingga ke sistem hybrid, dimana sekolah merancang pembagian jadwal hari belajar disekolah dan jadwal hari belajar dirumah dengan sistem online. Sistem hybrid ini sudah sempat berjalan pada saat pandemi Covid-19, sayangnya sudah tidak diterapkan kembali tanpa dikaji ulang faktor-faktor kelebihannya dan diperbaiki segala kekurangannya.

Bukanlah maksud penulis untuk menyatakan bahwa sistem hybrid ini bisa diterapkan disemua kondisi, tapi fokus kepada kota-kota besar, khususnya Jakarta, dimana kondisi sarana-prasarana yang lebih tersedia dengan tingkat kondisi ekonomi yang memungkinkan untuk penerapan sistem tersebut.

Lebih dalam kita juga bisa melihat kurikulum pendidikan kita, dengan segudang mata pelajaran yang membebani siswa, apakah semuanya harus dilakukan melalui tatap muka? Bukankah memungkinkan untuk memilah mana pelajaran yang baik dilakukan dirumah, mana pembelajaran yang sebaiknya dilakukan di sekolah dimana pendidikan interaksi sosial juga berlangsung?

Usulan ini tentu memerlukan kajian lebih dalam sebelum dapat diterapkan, namun pandemi kemarin telah memberikan data pendahuluan yang dapat dimanfaatkan. Jika hasilnya layak, bukankah kita sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui, kurangi kemacetan, menekan polusi, meningkatkan pola ajar pendidikan ke level yang lebih baik lagi. Jadi ngga cuma mobil yang bisa hybrid dong.

 

Fact-Finding Beban Administratif Guru

Fact-Finding Beban Administratif Guru

Beban Administratif Guru SMP-SMK: Realitas dan Solusi Praktis di Jakarta-Depok Guru Indonesia, khususnya di jenjang SMP dan SMK, masih menghadapi beban administratif yang berat meskipun pemerintah telah meluncurkan kebijakan pengurangan sejak 2025. Artikel ini...

read more
Gemini Certified Educator

Gemini Certified Educator

🌟Selamat Datang, Calon Gemini Certified Educator! 🌟 Selamat! Anda adalah bagian dari gelombang Dosen terpilih untuk mendapatkan sertifikasi bergengsi Gemini Certified Educator.🎉 Untuk kelancaran proses hingga sertifikasi, mohon ikuti  4 langkah teknis utama di bawah...

read more