kampanye ini bisa bikin lupa daratan

 Minggu-minggu ini rakyat Indonesia katanya sedang berpesta demokrasi, kampanye akbar digelar paralel di beberapa kota, apalagi dengan jumlah 3 paslon, maka spontan para kepala daerah menjadi super sibuk, aparat keamanan pontang-panting, apalagi sekarang presidennya pun ikut cawe-cawe kampanye. Saya yakin media-media besar dan menengah saat ini buka lowongan untuk wartawan freelance yang siap dikirim kapanpun dimanapun. Rame !

Ada satu fenomena yang terus mengganggu saya selama mengalami masa-masa kampanye akbar seperti ini, yaitu Kultus Individu. Bagaimana sih seseorang bisa sangat fanatik kepada manusia lainnya ? Sampai hilang akal sehat saya menyaksikan mereka … Kok bisa yah?

Kalau ditelusuri, saya yakin sebagian besar dari mereka tidak kenal secara pribadi junjungannya, bahkan mungkin baru saja hafal namanya melalui medsos dan televisi, tapi saat kampanye berlangsung, seakan ada magnet besar yang menyedot mereka untuk mendekat ke sang junjungan, ada yang minta salaman, minta selfie atau mungkin ada yang minta uang / kaos. Mereka sanggup berteriak-teriak berulang kali mengikuti arahan, bahkan ada juga yang sudah menggunduli rambutnya dan menyisakan sebagian untuk menunjukan dukungannya. Lucu-lucu juga sih.

 Tulisan saya kali ini sekedar bertujuan untuk mengingatkan, siapapun pilihan kalian, mereka tetap adalah seorang manusia, sehebat apapun kemampuannya kita tetap harus realistis bahwa manusia adalah manusia, yang punya banyak keterbatasan, memiliki hawa nafsu yang pasti pernah menjerumuskan mereka dalam perbuatan dosa. Manusia itu jauh dari suci maka perlakukan mereka manusiawi. Kita bukan sedang memilih malaikat, bahkan mungkin saat ini malaikat protes keras menyaksikan kelakuan kalian.

 Iblis diusir dari surga karena sifat sombongnya, maka mari batasi diri, jangan berlebihan dalam menyanjung, dengan demikian kita telah turut mencegah lahirnya firaun-firaun baru akibat berkobarnya sifat sombong karena disucikan oleh para pendukungnya