Case Study
Riset Supplier & Distributor ATK untuk Sekolah Swasta X di Depok
Sekolah Swasta X di Depok (±700 siswa, ±60 guru) selama ini menjalankan pengadaan ATK secara “natural” saja: belanja ke vendor yang sudah biasa dipakai, tanpa pernah benar-benar menghitung kebutuhan tahunan dan membandingkan supplier secara terstruktur.
Melalui proyek AI Research & Intelligence – Supplier/Distributor Research, saya membantu mereka:
- Menghitung kebutuhan ATK bulanan yang realistis
- Memetakan landscape 9 distributor/grosir ATK lokal Depok
- Mendesain dan mengirim RFI (Request for Information) ke vendor terpilih
- Menyusun scoring vendor untuk menentukan vendor utama & backup
Tantangan utama yang dihadapi sekolah:
-
Kebutuhan ATK tidak pernah dihitung dengan angka tahunan.
ATK dianggap “biaya kecil”, padahal jika dijumlahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah per tahun. -
Vendor dipilih berdasarkan kebiasaan & kedekatan.
Bukan berdasarkan landscape yang jelas (siapa saja pemain di Depok) dan tidak ada dokumentasi formal proses pemilihan supplier. -
Tidak ada dasar kuat untuk negosiasi & audit.
Tanpa data kebutuhan bulanan dan perbandingan vendor yang rapi, sulit menjelaskan keputusan pengadaan di tingkat manajemen/yayasan.
Singkatnya: sekolah membutuhkan cara yang lebih terukur untuk:
- Memahami kebutuhan ATK mereka sendiri.
- Mengetahui siapa saja calon supplier yang benar-benar cocok.
- Mengambil keputusan pengadaan yang efisien, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Saya menggunakan pendekatan AI Research & Intelligence dengan 3 tahap utama:
a. Hari 1 – Menghitung Kebutuhan ATK Bulanan
- Menganalisis profil sekolah: ±700 siswa, ±60 guru, rasio sekitar 12:1.
- Menghitung kebutuhan ATK bulanan berbasis logika penggunaan (bukan kira‑kira), meliputi:
- Form A4/F4, kertas HVS
- Pulpen, spidol, map/binder
- Tinta printer dan kebutuhan pendukung lainnya
- Hasil perhitungan:
- Estimasi kebutuhan ATK: Rp5–7 juta per bulan
- Atau sekitar Rp60–84 juta per tahun
- Menetapkan parameter kunci pengadaan:
- MOQ ideal: sekitar Rp3 juta per transaksi
- Lead time target: maksimal 48 jam ke seluruh wilayah Depok
Tahap ini menjadi fondasi untuk semua keputusan berikutnya.
b. Hari 2 – Memetakan 9 Distributor/Grosir ATK Lokal Depok
- Menggunakan kombinasi:
- Pencarian online terarah
- Direktori B2B
- Google Maps & review lokal
- Menyaring vendor berdasarkan:
- Peran (distributor/grosir, bukan ritel kecil)
- Cakupan layanan Depok
- Pengalaman melayani institusi (sekolah/kantor)
- Potensi MOQ & lead time sesuai kebutuhan sekolah
- Hasilnya:
- 9 vendor teridentifikasi, kemudian dibagi ke Tier A, B, dan C:
- Tier A – Sangat Cocok: kandidat kuat vendor utama (legal, fokus institusi, siap kontrak).
- Tier B – Cocok: toko/grosir besar yang ideal sebagai backup & top‑up.
- Tier C – Sedang: butuh verifikasi lebih lanjut melalui RFI.
- 9 vendor teridentifikasi, kemudian dibagi ke Tier A, B, dan C:
Tahap ini mengubah situasi dari “nggak tahu harus mulai dari mana” menjadi shortlist vendor yang jelas peran & potensinya.
c. Hari 3 – RFI, Rekap Jawaban, dan Scoring Vendor
- Mendesain RFI (Request for Information) profesional untuk dikirim ke 6–9 vendor Tier A dan B, berisi pertanyaan terukur tentang:
- Profil & legalitas perusahaan
- Produk & merk utama (form, HVS, pulpen, map, tinta, spidol)
- MOQ & harga untuk paket kebutuhan sekitar Rp5–7 juta/bulan
- Lead time pengiriman ke Depok
- Metode pembayaran & tempo
- Kebijakan retur & layanan purna jual
- Semua pertanyaan diatur agar jawabannya numerik/terukur, sehingga:
- Bisa direkap ke dalam tabel perbandingan
- Bisa dibuat scoring vendor dengan bobot sesuai prioritas sekolah
- Dari scoring ini, muncul:
- 1–2 vendor utama yang ideal untuk kontrak bulanan
- 1 vendor backup yang siap digunakan untuk top‑up/darurat
Di tahap ini, AI membantu mempercepat pengumpulan & perapian data, sementara saya memastikan analisis dan rekomendasi tetap masuk akal secara bisnis dan mudah dipahami manajemen.
Result
Beberapa hasil kunci dari proyek ini:
- Kebutuhan ATK yang tadinya “abu‑abu” menjadi jelas:
- Sekolah kini mengetahui bahwa kebutuhan ATK realistis ada di kisaran Rp5–7 juta/bulan, atau Rp60–84 juta/tahun.
- Landscape vendor lokal menjadi terstruktur:
- Terdapat 9 distributor/grosir Depok yang sudah dipetakan beserta tier kecocokan (A/B/C).
- Sekolah memahami perbedaan peran: vendor utama, backup, dan kandidat jangka panjang.
- Proses pemilihan supplier lebih transparan & dapat diaudit:
- Ada RFI tertulis yang dikirim ke vendor.
- Ada tabel komparasi dan scoring vendor yang menjelaskan logika pemilihan vendor utama dan backup.
- Keputusan tidak lagi bergantung pada chat WA yang tersebar, tetapi pada data yang rapi + pertimbangan yang sadar.
- Sekolah memiliki dasar yang kuat untuk negosiasi & kontrak:
- Dengan memahami volume, MOQ, dan harga per kategori, sekolah lebih siap bernegosiasi untuk:
- Diskon kontrak 6–12 bulan
- SLA pengiriman & retur yang jelas
- Skema pembayaran yang sesuai ritme keuangan sekolah
- Dengan memahami volume, MOQ, dan harga per kategori, sekolah lebih siap bernegosiasi untuk:
Secara keseluruhan, proyek ini membantu sekolah:
- Berpindah dari pengadaan berbasis kebiasaan
- Menuju pengadaan berbasis data, riset, dan struktur yang profesional
Jika ingin membaca proses dan insight lengkap dari proyek ini, kamu bisa merujuk ke:
-
Artikel Blog – Bagian 1:
Riset Supplier ATK Sekolah Swasta Depok – Menghitung Kebutuhan Rp5–7 Juta/Bulan & Pemetaan 9 Distributor Lokal -
Artikel Blog – Bagian 2:
Riset Supplier ATK Sekolah Swasta Depok – RFI, Scoring Vendor, dan Menentukan Vendor Utama & Backup
Layanan Terkait: AI Research & Intelligence – Supplier/Distributor/Agent Research
Proyek ini merupakan contoh implementasi nyata dari layanan:
AI Research & Intelligence – Supplier/Distributor/Agent Research
Dalam layanan ini, saya membantu:
- Memetakan kebutuhan internal (volume, pola pemakaian, anggaran realistis).
- Mencari dan menyaring calon supplier/distributor/agen yang relevan dengan kriteria klien.
- Menyusun RFI, scoring vendor, dan rekomendasi yang bisa langsung dibawa ke rapat pengadaan.
Layanan ini cocok untuk:
- Sekolah/yayasan yang ingin merapikan pengadaan ATK, buku, atau kebutuhan rutin lainnya.
- UMKM dan bisnis yang ingin mengubah cara memilih supplier dari “feeling & kedekatan” menjadi data‑driven & bisa dipertanggungjawabkan.

