Seorang guru mengingatkanku akan pentingnya untuk selalu membaca, bukan karena saat ada waktu, namun wajib disisihkan waktu untuk melakukannya. Tidak ada batasan apa yang sebaiknya dibaca, apakah sebuah buku tentang sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi, cerita fiksi, atau apapun bentuk dan kategorinya. Awalnya saya kurang setuju dengan konsep ini, sebab bagaimana jika yang dibaca adalah ajaran jampe-jampe / guna-guna, atau stensil porno, dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori negatif knowledge/science. Tapi semakin kesini, saya kok jadi setuju-setuju saja yah ? karena belakangan ini apapun saya baca asalkan menarik bagi saya.
Menarik bagi saya tentunya belum tentu sama dengan anda, sepertinya disini kuncinya, bahwa kita akan tetap memiliki ketertarikan yang berbeda dalam banyak hal. Kita bisa dengan mudah mencari tulisan mengenai bagaimana merakit bom, atau bacaan mengenai tata cara membobol situs, tapi apakah anda tertarik untuk menyelesaikannya ? sebagian besar mungkin hanya membaca sekedarnya saja untuk wawasan ringan, bukan untuk menjadi expert apalagi pelaku.
Jadi sebenarnya ada apa dengan membaca?
Kita bisa menemukan tulisan mengenai jawaban pertanyaan tersebut di banyak situs di dunia, silahkan pilih alasannya. Bagi saya, setidaknya saat ini, membaca itu meningkatkan imajinasi, disanalah saat otak kita diberikan kebebasan interpretasi atas bacaan kita, kadang otak kanan, dan bisa juga dilakukan oleh otak kiri, atau bahkan keduanya sekaligus.
Berbeda dengan membaca komik, atau menonton video/film. Otak kita berpikir menebak arah cerita atau membayangkan keseruan rangkaian gambar dalam komik tersebut bergerak, namun imajinasi dalam otak kita telah dibatasi oleh audio maupun visual yang sudah ditampilkan di mata dan telinga kita, setidaknya akan ada pengekangan otak untuk tidak keluar dari bentuk audio maupun visual yang telah ditangkap mata dan telinga kita tersebut. Hasil akhirnya bisa jadi seru atau membosankan, tergantung ketertarikan kita kembali.
Sepertinya rekor terlama saya membaca adalah 2 hari satu malam, saat saya mencoba menghabiskan stensil cerita silat bersambung sepanjang 36 jilid. Saya hanya berhenti untuk makan dan sholat saja, hahaha. inikah DAYA BACA ?
Kata daya baca belum lama ini saya dengar digaungkan oleh seorang politikus, hal ini juga yang mendorong saya untuk curhat mengenai makna kalimat tersebut. Kesimpulannya kita tidak hanya wajib meningkatkan minat baca, namun juga harus melatih daya baca, semakin sering di praktekan akan semakin bertambah pula kemampuan kita membaca.
Sekedar tips dari saya, mulailah membaca hal-hal yang membuat anda tertarik untuk menyelesaikannya, terserah apapun bidangnya, lalu mulai wajib sisihkan waktu setiap hari untuk membaca, insyaAllah kita akan menjadi pembaca yang memiliki daya baca.
Info list bacaan saya saat ini : IKEGAI, Senopati Pamungkas, Sketchnoting 101. Selamat meningkatkan daya baca !